Skip to content

Lembaga Konservasi

Menjaga hutan bersama gajah

Conservation Response Unit (CRU) adalah unit patroli yang memanfaatkan gajah terlatih untuk mencegah perambahan, perburuan, dan konflik manusia–gajah di sekitar Taman Nasional Gunung Leuser.

Patroli Hutan

Mahout dan gajah menyusuri kawasan rawan setiap pekan, mendata jejak satwa dan aktivitas ilegal.

Mitigasi Konflik

Tim menggiring kawanan liar menjauh dari kebun warga tanpa melukai satwa maupun manusia.

Perawatan Gajah

Pemeriksaan kesehatan rutin, pakan alami, dan waktu bebas di hutan untuk setiap individu.

Edukasi Komunitas

Program sekolah dan pelatihan pemandu lokal agar manfaat ekowisata kembali ke desa.

Struktur Organisasi

Dikelola warga, untuk hutan

Kelompok Pariwisata Puncak Angin Sei Serdang (KOMPPASS) digerakkan oleh warga Desa Sei Serdang.

Dewan Pendiri
Subur
Suwito
Jamaludin
Karim Sembiring
M. Syukur Alfajar Mulia Harahap
Perganinta
Ngarihken Kacaribu
Abdul Rahman, S.H., M.H.
Mhd Yaqob Kacaribu
Eli Ernawati
Edwin Hasibuan
Pelindung
Polsek Padang Tualang
Danramil Padang Tualang
Penasehat
Kepala Desa Sei Serdang
Badan Pengurus
BendaharaEli Ernawati
WakilSubur
KetuaAbdul Rahman, S.H., M.H.
WakilSuwito
SekretarisM. Syukur Alfajar Mulia Harahap
WakilJosi Maduri, S.Kom
Bidang-Bidang
KeamananBukti SBR
HumasAgus Syahputra GTG
PariwisataJamila
Informasi SatwaSugianto
Tata RuangWahid
KebersihanWijayanti
Sarana dan PrasaranaFeri
GuideNgadikun
Anggota
Yoga
Kinok
Mawan
Gunawan
Wanda
Ruslan

Tim Pemandu

Bersertifikat, lahir dan besar di Sumber Waras

Setiap rombongan didampingi minimal satu pemandu dan satu ranger CRU.

  1. 01G1

    [Nama Guide 1]

    Spesialis jejak satwa · Ranger CRU

    Indonesia · English

    12tahun

  2. 02G2

    [Nama Guide 2]

    Pemandu hutan & tumbuhan obat

    Indonesia · Deutsch

    8tahun

  3. 03G3

    [Nama Guide 3]

    Fotografi satwa & pengamatan burung

    Indonesia · English

    6tahun

Lembaga Konservasi

Perjalanan kami

  1. 2001

    Masyarakat Sumber Waras sepakat menghentikan pembalakan liar dan membentuk lembaga pariwisata desa.

  2. 2004

    Unit patroli berbasis gajah mulai beroperasi di perbatasan taman nasional.

  3. 2015

    Kelahiran anak gajah pertama di pusat konservasi.

  4. 2026

    Peluncuran pemesanan online dan e-ticket untuk pengamatan gajah liar.

Kawanan Kami

Kenali gajah-gajah konservasi

Sari

Matriark kawanan

Sari

Betina · 34 tahun

Tenang dan sabar, Sari memimpin patroli pagi dan menjadi panutan gajah-gajah muda.

Bima

Gajah patroli

Bima

Jantan · 27 tahun

Kuat dan penasaran, Bima andal menembus semak saat mitigasi konflik.

Melati

Gajah patroli

Melati

Betina · 19 tahun

Paling suka merumput santai di bawah rindang pohon setiap sore setelah patroli.

Tunas

Anak gajah

Tunas

Jantan · 6 tahun

Lahir di pusat konservasi, Tunas adalah simbol harapan kawanan kami.

“Setiap jejak gajah yang kami ikuti adalah jalan yang dibuka untuk satwa lain di hutan ini.”

— Ranger CRU Sumber Waras

Lembaga Konservasi

Etika berkunjung

Transparansi Dana

Ke mana dukungan Anda mengalir

Gambaran alokasi rata-rata dana tiket, donasi, dan adopsi. Laporan lengkap dipublikasikan setiap triwulan.

  • 40%Pakan & suplemen gajah
  • 25%Honor & kesejahteraan mahout
  • 15%Perawatan medis
  • 12%Patroli hutan
  • 8%Program warga & edukasi

Lihat sendiri kerja konservasi ini

Ikuti pengamatan gajah liar bersama ranger dan mahout yang menjaga hutan setiap hari.

Pesan Sekarang